Idealnya Semua Guru dan Murid Memiliki Laptop!!!
Assalamualaikum wr. wb.
Sebuah pernyataan yang sepertinya utopis, namun karena disampaikan oleh seorang mendiknas, barangkali ini dapat menjadi sebuah pemikiran paling tidak jalan meretas ke arah pemikiran tersebut. Memang dengan teknologi dan informasi yang mengharu-biru budaya saat ini, sepetinya kemampuan seseorang untuk melihat kemungkinan ke depan dan sekaligus menangkap peluang dari kemungkinan tersebut akan mendapatkan keuntungan tersendiri.
Barangkali dengan semakin mudahnya komunikasi dan informasi melalui dunia maya ini dapat didapatkan oleh siswa, maka peran guru seharusnya dan mau tidak mau harus bergeser dari penyedia semua sumber belajar menjadi fasilitator dari proses pembelajaran yang dialami oleh siswa, salah satunya ya dengan media internet dan komputer ini.
Silahkan simak artikelnya di bawah ini :
Sebua
Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menginginkan setiap sekolah di Indonesia terhubung dengan internet agar proses belajar-mengajar bisa total diterapkan dengan metode e-learning.
Namun untuk menuju ke sana, kata dia, “idealnya setiap guru dan murid memiliki laptop terlebih dahulu.”
Bambang membagi mimpinya ketika ditemui di sela acara peresmian Cooperative Academic Education Program (COOP) Telkom 2008 yang berlangsung di Jakarta (25/6/2008).
Untuk menggapai mimpi tersebut, Depdiknas tengah berupaya menghubungkan 10 ribu sekolah dan 200 perguruan tinggi dengan koneksi internet melalui Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas). “Maka pendidikan total bisa dilakukan e-learning.”
“Jika semua guru dan murid telah memiliki laptop, maka kita tidak perlu lagi laboratorium komputer. Yang ada setiap kelas sudah jadi laboratorium komputer,” kata Bambang.
“Kita juga membeli hak cipta buku untuk di-upload melalui Jardiknas yang kemudian bisa di-copy secara bebas,” lanjutnya.
Terkait kiprah Telkom yang ikut memajukan pendidikan di Indonesia, salah satunya melalui program COOP, Mendiknas juga sempat menyampaikan apresiasinya yang mendalam.
COOP sendiri merupakan program Belajar Bekerja Terpadu yang dikembangkan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan praktik dunia kerja.
Menurut Direktur Human Capital and General Affair PT Telkom Faisal Syam, program COOP merupakan strategi pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia yang mengintegrasikan mahasiswa dengan berbagai latar belakang ilmu dari bangku kuliah dengan pengalaman kerja yang produktif.
“Program ini benar-benar sejalan dengan kebijaksanaan Mendiknas tentang ‘Link and Match’ Perguruan Tinggi dan Dunia Industri,” ujarnya dalam rilis, Kamis (26/6/2008).
Program COOP 2008 merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Telkom untuk mengembangkan kualitas pendidikan nasional. Menurut rencana, program COOP akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai 23 Juni dan berakhir 22 September 2008. Pada saat menjalani program tersebut mahasiswa peserta akan diperlakukan sebagai karyawan magang (temporary employee).



